Kerajaan Manis Selalu
“Gubrak!!!!!!!!!!!!!!!!”
Aku ga bisa melihat apapun ketika aku membuka mataku, dunia ini gelap sekali batinku. Aku tak ingat apa-apa, seingatku aku tadi berusaha mengambil bola dari atas rumahku dan tiba-tiba sekarang dunia menjadi gelap sekali. “Hei, nak kamu siapa ?????” Suara itu membangunkanku dari kegelapan dan aku melihat sosoknya “Siapa kamu ??????” jawabku lirih. “Aku ini prajurit kerajaan manis sekali” jawab orang yang berpakaian serba merah itu. Dalam kebingunganku itu aku melihat sekeliling tempat di mana aku jatuh itu, indah sekali tempat ini. Ku lihat pohon-pohon terbuat dari permen rasa jeruk, Rumput-rumput yang aku duduki sangat halus, dan salju putih yang indah sekali berasa manis. “Wowwwwww” batinku. Di tengah lamunanku itu ternyata aku sudah berada dia atas kendaraan yang luar biasa indahnya. Kendaraan itu digerakkan oleh dua kuda kaca dan dikendarai oleh kusir yang menggunakan baju serba merah marun. Aneh rasanya ketika aku melihat ini semua. Rasa kaget ini pun tak berhenti disini, aku dibuat tercengang oleh sebuah istana megah yang terbuat dari beribu permen coklat, bentuknya seperti Taj-Mahal yang berada di India. Sekali lagi aku terkagum bukan main.
Kedatanganku disambut sangat meriah oleh kerajaan itu, orang-orang nampaknya terkagum-kagum ketika aku datang ke tempat itu. Dalam hatiku, aku merasa seperti artis terkenal yang dielukkan oleh para penggemarnya. Sesampaiya di pelataran istana yang megah itu, dua orang penari menyambutku dan memberikan aku permen coklat yang rasanya membuat aku seperti melayang, rasanya lezat sekaliiiii. “Selamat datang, pangeran” sapa seseorang “Pangeran ???????” aku bingung. “Kenapa kau memanggilku dengan pangeran ?????” tanyaku. Mereka pun terlihat bingung dengan jawabanku yang mungkin membuat mereka aneh ketika mendengarnya, tiba-tiba sesosok yang besar keluar dari sebuah ruangan yang sangat kecil. “Tempat ini aneh sekali dimulai dari kuda kaca sekarang orang besar yang keluar dari tempat yang sangat kecil” Ucapku dalam hati. Orang itu nampaknya seerti raja,karena ia diberi penghormatan bak presiden di negeriku aku pun ikut-ikut membungkukan badanku untuk menghormatinya. “Anakku ????” kata orang itu, “hah !!!!” kaget bukan main ketika dia memanggilku dengan sebutan ANAK, aku tak kenal dengan dia tapi dia menganggapku sebagai buah hatinya. “Aku ini evan, aku bukan anakmu ” jawabku dengan sedikit lirih, takut dia bersedih. “Tenang nak mungkin kamu kelelahan sehingga kamu lupa semuanya” jawab sang raja. Lupa aku pun sangat bingung dengan semua kejadian ini.
Mereka pun segera membawaku ke sebuah kamr yang besarnya empat kali kamarku. Luar biasa tempat itu, kasur yang kududuki terasa sangat empuk dan seperti terbuat oleh gula-gula kapas yang biasanya dijula di pasar malam, pemandangan kamr itu langsung menghadat ke sebuah air terjun yang sangat indah dan dua buah gunung cokelat yang mulai menyembunyikan senja di kerajaan itu. Sejenak aku termenung dengan semua yang terjadi sekarang ini, aku merasa aku ada di dunia yang lain. Tapi aku merasa ini seperti tempat tinggalku yang biasanya. Tiba-tiba di tengah lamunanku itu, raja pun masuk ke kamarku sambil membawa makanan yang semua terlihat lezat. “Mari makan nak !” Aku pun makan dengan lahapnya karena aku memang kelaparan, hal ini juga yang menyebabkan aku yakin bahwa aku berada di tempat tinggalku yang biasanya. Orang itu melihat aku dengan seksama, lalu mulai bercerita tentang sesuatu. Di tengah cerita itu aku merasa bahwa tokoh yang diceritakan dalam cerita itu adalah diriku sifat tokoh itu semua persis dengan sifatku. Di akhir ceritanya ia memelukku sambil berkata “Kau anakku, aku tidak rela kamu pergi lagi untuk menyelamatkan kediamanku ini. Tapi ini semua sudah takdir” sambil terisak dia berbicara seperti itu. Akupun semakin bingung bukan main dengan perkataan dia
Pagi itu aku dibangunkan dengan kicauan burung yang menyejukkan hati, tapi ketika aku melihat ke luar jendela tempat itu berubah. Aku tak lagi melihat dua gunung dan air terjun itu. Tanaman mengering dan rumput-rumput berubah menjadi kering.Di sebelah tempat tidurku ada sepucuk surat yang bertuliskan “Nak, majulah aku mendukungmu !”tiba-tiba dari kertas itu muncul sebuah pedang perisai dan baju prajurit. Aku pun bergegas menggunakan pakaian itu dan keluar dari istana. Ternyata di depan istana sudah ada naga yang sangat besar dan menghancurkan semuanya aku tak berkutik, aku takut. Namun tiba-tiba muncul kekuatan dari dalam diriku yang membuat aku berani maju mengalahkan naga itu. Aku melawannya dan menusuk naga itu tepat di perutnya dan seketika itu juga naga itu jatuh dan oleng. Dengan segera semua orang keluar dari tempat persembunyian mereka. Mereka mengangkatku dan mengeluk-elukanku, dari kejauhan aku melihat raja menangis dan hilang dari pandanganku. Ketika aku tak lagi melihat wajah raja itu, aku ternyata sudah terbaring di sebuah tempat banyak orang disekitarku mereka seperti berusaha membangunkanku dan tak tampak kesedihan di wajah mereka. Ternyata aku baru saja terjatuh dari atap dan aku tak sadar untuk beberapa lama. Aku pun sungguh tak menyangka bisa melihat tempat seperti tadi,aku pun menggangapnya hanya sebagai bunga tidur. Namun aku melihat sosok orang itu lagi di luar jendela kamarku dan aku menjadi bingung dan segera melupakannya. Taku kuceritakan kisah ini kepada siapapun. Keesokan hari-nya, perawat rumah sakit itu membawakanku surat yang bertuliskan "Ku Tunggu lagi kedatanganmu di Kerajaan Manis Selalu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar